SELAMAT HARI KARTINI

Ini adalah postingan saya yang kesekian kalinya, dan postingan kali ini hampir saja putus asa, karena tiap kali ngasih pictur selalu ada gangguan galat. Dan ini akhirnya saya punya ide untuk mempostingkan lewat blog saya yang masih satu admin, di dagdigdug juga, mungkin karena kapasitah kuota memory saya yang sudah mencapai 80 %?? entahalah.

“SELAMAT HARI KARTINI”
Saya punya keinginan mulai hari ini 9menjelang hari Kartini) mempostingkan “Kartini-Kartini pinggir jalan”

bunnan

“Selamat Hari Kartini Nek…..” kata Zaky (adik Bunnan) sambil menerima peyek dari penjual pecel di pinggir jalan di jalan Semeru

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tag | 1 Komentar

SELAMAT HARI KARTINI

Ini adalah postingan saya yang kesekian kalinya, dan postingan kali ini hampir saja putus asa, karena tiap kali ngasih pictur selalu ada gangguan galat. Dan ini akhirnya saya punya ide untuk mempostingkan lewat blog saya yang masih satu admin, di dagdigdug juga, mungkin karena kapasitah kuota memory saya yang sudah mencapai 80 %?? entahalah.

“SELAMAT HARI KARTINI”
Saya punya keinginan mulai hari ini 9menjelang hari Kartini) mempostingkan “Kartini-Kartini pinggir jalan”

bunnan

“Selamat Hari Kartini Nek…..” kata Zaky (adik Bunnan) sambil menerima peyek dari penjual pecel di pinggir jalan di jalan Semeru

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tag | Tinggalkan Komentar

SELAMAT HARI KARTINI

Ini adalah postingan saya yang kesekian kalinya, dan postingan kali ini hampir saja putus asa, karena tiap kali ngasih pictur selalu ada gangguan galat. Dan ini akhirnya saya punya ide untuk mempostingkan lewat blog saya yang masih satu admin, di dagdigdug juga, mungkin karena kapasitah kuota memory saya yang sudah mencapai 80 %?? entahalah.

“SELAMAT HARI KARTINI”
Saya punya keinginan mulai hari ini 9menjelang hari Kartini) mempostingkan “Kartini-Kartini pinggir jalan”

bunnan

“Selamat Hari Kartini Nek…..” kata Zaky (adik Bunnan) sambil menerima peyek dari penjual pecel di pinggir jalan di jalan Semeru

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tag | Tinggalkan Komentar

SELAMAT HARI KARTINI

Ini adalah postingan saya yang kesekian kalinya, dan postingan kali ini hampir saja putus asa, karena tiap kali ngasih pictur selalu ada gangguan galat. Dan ini akhirnya saya punya ide untuk mempostingkan lewat blog saya yang masih satu admin, di dagdigdug juga, mungkin karena kapasitah kuota memory saya yang sudah mencapai 80 %?? entahalah.

“SELAMAT HARI KARTINI”
Saya punya keinginan mulai hari ini 9menjelang hari Kartini) mempostingkan “Kartini-Kartini pinggir jalan”

bunnan

“Selamat Hari Kartini Nek…..” kata Zaky (adik Bunnan) sambil menerima peyek dari penjual pecel di pinggir jalan di jalan Semeru

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tag | 1 Komentar

MELAHIRKAN KEMBAR TIGA, DIHAMILI ANAK SENDIRI

dsc00411

Nonreni menghentikan mobil segera, karena dipingir jalan ada yang sedang melahirkan, naluri pekerjaan nonreni yang menghentiakan laju nonreni.

Tampak ibu muda melahirkan dipinggir jalan tanpa ada yang menungguinya, baik keluarga maupun para tetangga, semua yang lewat cuma memandang keheranan, dan sesekali tersenyum melihat peristiwa ini, apa mungkin perasaan masyarakat kita sudah begitu egoiskah? Mungkin saja tidak.

Si ibu berteriak-teriak  sambil berdiri mengejan, sementara kepala sianak mulai keluar dari (maaf kemaluan) si ibu, bokong si ibu sedikit diturunkan ke bawah mendekati tanah, mungkin saja agar si anak nggak terlalu ketinggian jatuh ke tanah.

Sementara nonreni hanya bisa memandangi dari dekat, sayang nonreni nggak bawa sarung tangan untuk menolong, atau ditolongpun si ibu malah semakin gelisah ataupun berlari, maklum si ibu nggak berotak seperti kita-kita. Anak pertama lahir masih terbungkus selaput ketuban, si ibu segera membersihkan selaput tersebut agar anaknya segera bernafas, tangisan anak pertama terdengar keras, lalu ibu kembali mengejan dan sementara darah dan air ketuban mengalir dari kemaluan si ibu.

5 menitan kemudian lahir lah anak kedua, namun proses kelahiranya sungsang, nonreni masih saja terus berjaga menunggu apabila ada kesulitan, namun karena perut ibu sudah agak longgar karena kelahiran bayi pertamanya tadi meski sungsang si bayi keluar juga, mulai dari kaki dan berakihir kepala, dan si ibu kembali lagi merendah supaya dekat dengan tanah agar anaknya nggak terlalu tinggi dari tanah . Dan si ibu dengan sigap membersihkan selaput ketuban dan air ketuban yang menyelimuti hidung dan mulut bayi, dan baru berakhir setelah tangisannya terdengar.

dsc004151 berbeda lagi kelahiran anak ketiganya,  sang pemilik sudah datng bersama yang menghamilinya, dan si pemilik bilang, Kurang ajar bengak-bengok wae kat esuk, ora gelem nglairne neng ngomah malah nglairne neng pinggi ratan dadi tontonan.

dan si bapak menceritakan bahwa kambinglelaki yang baru saja datang dituntunya adalah anak pertama dari yang baru saja melahirkan ini.

Jadi kambing yang melahirkan kembar tiga ini bersuamikan anaknya sendiri.

oh oh untung nonreni sempat mengabadikan peristiwa ini

dsc00416

Dipublikasi di Sepanjang Jalan | Tag | 6 Komentar

Baut-baut

seandainya saja,
aku sekokoh perkiraanmu

namun aku begitu lemah
menyulam yang aku sanggup

kan kusulam baut-baut, tembaga-tembaga
dengan kelembutan, meski tak punya mesin bubut

kuronce pijaran-pijaran lampu las
walau terlihat keras
keringat akan ku peras
ku harap jadi bunga-bunga kertas

ku harap kemudiku,
meliuk-liuk, bersama ujung jarum tajam
yang semakin liar keluar masuk
pada kain “calon busanamu”

=========================
embuh ra weruh
pokok nulis

Dipublikasi di Tak Berkategori | 1 Komentar

Malam di bulan Ramadhan

dsc00045

seperti biasa malam demi malam datang
dan selalu datang
dan pergi begitu saja, tanpa sempat bertandang
dan mustahil untuk diulang

ini karunia,
bagi mereka yang diundang
bagi mereka yang tahu kalau Tuhan penyayang
ini peluang,
meski sering hilang

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Paha Nusantara

Ngayogyakarta Dan Paha

Secangkir kopi dan berpuntung puntung rokok

memengap mata ini, memoles malam minggu

dengan larik larik patah cahya merkuri

Lalu paha paha waiters lestoran terkemuka

putih putih habis direbutkan mata muda tua

Aii! Betapa rendah nilai modernisasi

Masih dengan secangkir yang tuntas puntungnya

rokok mengasap megah karaton terbuntal belacu

apa memang segala melupa sengaja

(Mawar Hitam di YAP)

Paha Jogja, Paha Papua, Paha Nusantara

Yang tak semua rakyatnya,

Menikmati kemajuan pembangunan bangsanya

Serta segala eksplorasi kekayaan alamnya

Jadi timbul tanya

Sebenarnya milik siapa negri ini?

Sampai mana modernitas negeri ini?

Sementara paha-paha di Papua

begitu terbuka,

bukan karena ekploitasi birahi,

namun mahalnya busana, tak meratanya sejahtera

(nonreni-wong agung utomo)

Dipublikasi di oretan | 3 Komentar

TWO in ONE

tukang cukur

Enjoy nggak perlu gedung mewah yang berfasilitas AC ataupun sofa yang lembut, kelembutan dan kesejukan sudah tercipta disini, dipingiran jalan di utara terminal Seloaji, pak tukang cukur dengan sigap dan telaten melayani pelanggannya, yang rata-rata juga sudah bapak-bapak seusai pak tukang cukur itu.
dsc00403
Coba lihat antriannya di atas, dengan uang 4 ribu perak dijamin rambut rapi, urusan ganteng nggak ganteng urusan belakangan, menjelang hari raya begini biasanya laris, mungkin saja banyak orang inig tampil rapi dan ganteng ketika ketemu sanak saudaranya.
Bermodalkan gunting manual dan pisau cukur sebesar pisau untuk mengerik, dan juga kain bekas spanduk pemilu, dengan Pe-De-nya melayani pelanggan.
dsc00407
Ini yang menurut nenreni menarik, coba lihat ada ban bekas yang ditaruh didepan stan cukurnya dengan tulisan “TAMBAL BAN”
Disela-sela mencukur rupanya si tukang cukur juga melayani tambal ban.
Inilah hidup mana dulu rejeki yang datang, begitu guman si tukang cukur.
TWO in ONE pikir nonreni.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tag | 3 Komentar

Laksmi

Beah…Laksmi
=============

Mulut meludah lewat ventilasi,
mengkernyit Laksmi………..
Angin masuk lewat ventilasi,
sambil lewat menghentak “Jangkrik”

lewat ventilasi,
kereta terus berlari
geram berkali, Laksmi……….
lewat ventilasi,
angin luar terus masuk, “Beah……”

Lewat ventilasi,
meski kereta berhenti, “Curut kau Laksmi”
sambil menyobek-nyobek foto Laksmi

Lewat ventilasi,
angin terbang membawa Laksmi
pada lelaki-lelaki hidung belang

Dipublikasi di Tak Berkategori | 1 Komentar