
Nonreni menghentikan mobil segera, karena dipingir jalan ada yang sedang melahirkan, naluri pekerjaan nonreni yang menghentiakan laju nonreni.
Tampak ibu muda melahirkan dipinggir jalan tanpa ada yang menungguinya, baik keluarga maupun para tetangga, semua yang lewat cuma memandang keheranan, dan sesekali tersenyum melihat peristiwa ini, apa mungkin perasaan masyarakat kita sudah begitu egoiskah? Mungkin saja tidak.
Si ibu berteriak-teriak sambil berdiri mengejan, sementara kepala sianak mulai keluar dari (maaf kemaluan) si ibu, bokong si ibu sedikit diturunkan ke bawah mendekati tanah, mungkin saja agar si anak nggak terlalu ketinggian jatuh ke tanah.
Sementara nonreni hanya bisa memandangi dari dekat, sayang nonreni nggak bawa sarung tangan untuk menolong, atau ditolongpun si ibu malah semakin gelisah ataupun berlari, maklum si ibu nggak berotak seperti kita-kita. Anak pertama lahir masih terbungkus selaput ketuban, si ibu segera membersihkan selaput tersebut agar anaknya segera bernafas, tangisan anak pertama terdengar keras, lalu ibu kembali mengejan dan sementara darah dan air ketuban mengalir dari kemaluan si ibu.
5 menitan kemudian lahir lah anak kedua, namun proses kelahiranya sungsang, nonreni masih saja terus berjaga menunggu apabila ada kesulitan, namun karena perut ibu sudah agak longgar karena kelahiran bayi pertamanya tadi meski sungsang si bayi keluar juga, mulai dari kaki dan berakihir kepala, dan si ibu kembali lagi merendah supaya dekat dengan tanah agar anaknya nggak terlalu tinggi dari tanah . Dan si ibu dengan sigap membersihkan selaput ketuban dan air ketuban yang menyelimuti hidung dan mulut bayi, dan baru berakhir setelah tangisannya terdengar.
berbeda lagi kelahiran anak ketiganya, sang pemilik sudah datng bersama yang menghamilinya, dan si pemilik bilang, Kurang ajar bengak-bengok wae kat esuk, ora gelem nglairne neng ngomah malah nglairne neng pinggi ratan dadi tontonan.
dan si bapak menceritakan bahwa kambinglelaki yang baru saja datang dituntunya adalah anak pertama dari yang baru saja melahirkan ini.
Jadi kambing yang melahirkan kembar tiga ini bersuamikan anaknya sendiri.
oh oh untung nonreni sempat mengabadikan peristiwa ini
